Aku pernah bilang bahwa aku benci planning, tapi planning selalu ada dan muncul seketika. Planning ku ini jalan-jalan ke Snowbay, entah ga tau kenapa lokasi itu menjadi incaran the Rempongers. Berbincang-bincang saat makan di Blok S memunculkan ide untuk pergi wisata ke Snowbay. Perlu kamu ketahui, Snowbay merupakan wisata bermain air semacam Waterboom yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sehari sebelum rencana itu diluncurkan, Selasa (16/2/2010), aku dan eko mau pergi ke seberang kampus tepatnya ke Gedung Bidakara buat setor uang di bank BCA dan bank Mandiri. Sekilas di perjalanan, kami melihat sejenak plang besar dimana kami menangkap isi dari plang itu “Beli Buavita dapet tiket Snowbay”. Sontak kita penasaran, karena kita bakalan pergi ke Snowbay esok harinya, kan kalau ada yang lebih murah, kenapa ga dicoba hehe.
Sesampai di kampus, kita mencoba mencari informasi akan kebenaran plang di jalan yang kita lihat tadi selama di perjalanan. Mencari-cari di mbah Google akhirnya ketemu juga. Ternyata terdapat promo dari Buavita dan Snowbay, dimana setiap pembelian 3 buah Buavita 1 liter bisa mendapatkan 1 gratis tiket masuk Snowbay. Berpikir sejenak, dan keluarlah ide gila kita dengan promo itu. “Gimana klo kita beli Buavita aja Ko?”, ku tanyakan ke Eko akan promo itu. Akhirnya terealisasi, sepulang dari kampus, kita berdua menuju ke Giant untuk membeli Buavita. Kita rencananya pergi berlima dimana ada Silondae, Eko, Ayu, Rangga dan aku. Biasa lah group seperti ke Ancol saat itu, dimana group ini pula yang terserang cacar semua kecuali Silondae saat liburan kemarin. Setelah diitung2 kita harus membeli 15 Buavita agar mendapatkan 5 tiket ke Snowbay. Kita konfirmasi ke teman2 untuk persetujuannya, tetapi Ayu ingin membeli Buavita sendiri. Jadi kita hanya membeli 12 Buavita untuk 4 Tiket, serasa kita mau jualan Buavita saat di kasir Giant saat itu. Pulang dengan tertawa geli melihat Buavita yang akan diapakan nantinya, “Gilee minum 12 liter Buavita, bisa-bisa kita bisa mencret”, dengan tertawa aku lontarkan kata-kata itu. Ide gila muncul lagi dari Eko, “Gimana kalau kita jual saja Buavitanya, kan lumayan bisa buat beli Buavita lagi besok dan dapet satu tiket lagi untuk Ayu”. Sungguh otak-otak businessman banget dah hehe.













Comment baru